Tips Tampil Pria: Tiga Langkah Sederhana agar Selalu Rapi

Beberapa minggu lalu saya ngopi di warung dekat pasar Lotu. Dua pemuda di meja sebelah sibuk selfie, tapi yang bikin saya penasaran, bukan pose mereka — melainkan kaos oblong lusuh dan rambut yang jelas belum tersisir sejak bangun tidur. Saya bukan siapa-siapa untuk menghakimi, tapi saya langsung teringat obrolan dengan kawan lama yang baru pindah ke Jakarta. Katanya, penampilan pria di kota besar sudah mulai diperhatikan, bahkan di lingkungan santai. Di Lotu sendiri, trennya pelan tapi pasti mengarah ke sana. Bukan soal branded, melainkan celoteh soal rapi dan nyaman. Dari situ saya mulai merangkum tiga hal yang menurut saya jadi pondasi utama tips tampil pria masa kini.
Tiga Hal yang Paling Berpengaruh
Pertama, atur dasar lemari pakaian. Banyak pria, termasuk saya dulu, beli baju tanpa mikir padu padan. Akhirnya isi lemari penuh, tapi tetap bingung mau pakai apa. Solusinya sederhana: siapkan beberapa warna netral — putih, hitam, abu-abu, navy — untuk atasan, dan celana bahan atau chino untuk bawahan. Dengan kombinasi itu, kita bisa tampil rapi tanpa harus berdandan berlebihan. Kedua, perhatikan kebersihan diri. Ini klise, tapi nyatanya masih banyak yang meremehkan. Potong kuku seminggu sekali, rapikan alis jika perlu, dan jangan lupa gunakan deodoran. Tidak perlu wewangian mahal, cukup sabun yang cocok dan pakaian yang bersih. Ketiga, pilih alas kaki yang sesuai. Sneakers putih atau sepatu kulit polos bisa dipakai ke banyak acara. Di Lotu yang panas, sandal jepit memang sah, tapi untuk ke mal atau nongkrong santai, sepatu tertutup memberi kesan lebih rapi. Saya sendiri beralih ke sneakers hitam beberapa tahun lalu, dan hasilnya percakapan dengan orang baru jadi lebih sering terjadi Pengalaman serupa saya tulis di tips tampil murah.
Tidak ada yang instan dalam urusan penampilan. Tapi dengan tiga langkah tadi — mengatur lemari, menjaga kebersihan dasar, dan memilih alas kaki yang pas — kita sudah selangkah lebih maju. Saya tidak bilang ini formula sempurna, karena kenyamanan tetap nomor satu. Namun setidaknya, ketika pagi hari tiba, kita tidak perlu lagi memandangi lemari dengan perasaan was-was. Penampilan rapi itu tidak butuh banyak barang, cuma butuh kebiasaan kecil yang konsisten.
Selengkapnya di: sumber resmi